Singultus ke seratus...
Lama...banget mengamati space kosong buat nulis di blog ini...Dan lama-lama gue tau bahwa gue udah lama banget nggak nulis untuk mencurahkan perasaan...
Apapun, sedih, senang...
Mungkin ada pengaruh juga dari pengerjaan skripsi selama beberapa bulan. Yang biasanya nulis seenak hati, sekarang harus dimengerti sama orang lain...
Yah...baiklah...tentang cegukan (did i spell right?).
Entah beberapa menit yang lalu, tiba-tiba gue cegukan aja gitu...
Dan berhubung di sebelah ada orang bawel yang nggak tahan untuk berkomentar atas hal-hal yang dilihat, keluarlah komentar ini : "Kata temen gue, kalo cegukan sampe 100x, lo bakal mati"
Orang itu...sebut saja Andika Bawel (Atau Bau?), biasa dipanggil Dibaw oleh Fahnia...
Hah?
Nyebelin banget sih...Dan yang lebih menyebalkan lagi...Dibaw mulai menghitung mundur...1...2...3...4...
Sampai hitungan ke 30 sekian, gue mulai kehilangan rasa takut dan justru ingin membuktikan apakah mitos tersebut benar...
Tapi Dibaw sepertinya nggak rela dan memancing kembali : "Dahl, lo belom nikah!!"
Ah...iya...benar...dan secara bodoh dan tergesa-gesa kami berdua mencari orang untuk dinikahi *halah...*
Orang pertama, gue mengajak..."Lo aja Dik!!"
Lalu orang pertama menjawab..."Nggak!! Gue udah punya calon...!!"
Orang kedua, Dika memberi saran, "Restu aja!!"
Orang kedua menanggapi, "Heh...apaan tuh...nyebut-nyebut nama saya..."
Berhubung perpus lagi sepi, kayaknya Dika kehilangan akal dan akhirnya menyarankan supaya gue mencari mamang-mamang di sekitar perpus..."Ogah!!"
Daripada sama mamang-mamang...lebih baik searching di internet, adakah cara lain yang bisa digunakan selain minum air atau dikagetin. Hehe... *KAN ADA INTERNEEEEET...*
Dan, setelah searching singkat, inilah yang ditemukan:
Cegukan adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang tiba-tiba lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara hik.
Istilah medis untuk cegukan adalah singultus.
Cegukan seringkali berkembang dalam situasi tertentu, seperti makan terlalu cepat, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, kelebihan minuman beralkohol, atau karena keseimbangan elektrolit. Cegukan dapat pula disebabkan karena tekanan saraf frenik oleh struktur anatomi yang lain, atau karena tumor dan penyakit ginjal lainnya, meski hal ini jarang terjadi.
Untuk menghentikan kecegukan bisa dilakukan tindakan berikut:
- Menahan nafas, karena dengan menahan nafas maka kadar karbondioksida di dalam darah meningkat, sehingga kecegukan berhenti.
- Bernafas di dalam kantong kertas.
- Minum segelas air dingin atau mengunyah roti kering atau es batu yang diserut.
- Menarik lidah atau menggosok bola mata secara perlahan.
Oke...
Pertama, kenapa pake sebut-sebut penyakit ginjal atau tumor sih...bikin panik aja...
Kedua, cegukan tetap berjalan saat berlayar di internet...Jadilah dengan semena-mena dan tergesa-gesa gue memilih cara yang ke...4.
Menggosok bola mata secara perlahan...dan hasilnya...
satu detik...
dua detik...
tiga detik...
Nggak ada lagi!!
Dika aja sampe tercengang gitu loh...Dan kita bersorak-sorak berdua demi merayakan gue yang tertunda kematiannya (a.k.a nggak nyampe cegukan ke 100). *entahlah...paling nggak sekarang masih ngetik buat blog...*
Haha...posting yang aneh bukan...
Btw, miss u all...
Labels: dahL