Sunday, March 30, 2008,5:02 PM
Laporan Arisan perdana.. (plus curcol dikit)
Assalamu'alaikum..

Temen2...
Hari Minggu (29-03-08) kemarin, akhirnya Arisan perdana PSDM dan kawan berlangsung di rumah Angga Darmawan, dengan peserta sebanyak 6 orang dari total 15 orang yang terdaftar sebagai peserta Arisan...
Pesertanya antara lain adalah (alphabetical order) :
- Adwinia Hapsari, S.Psi
- Angga Darmawan, S.Si
- Anindita Karti (calon) S.Psi
- Hisyami Adib.A, S.Hum
- Sarwendah Indrarani, S.Psi
- Zulfa Febriani, S.Psi

Rencananya, arisan itu juga mengundang Zulfiandri (alias Andri Kestari) dan Bapak PurwaUdiutomo, ST. namun karena satu dan lain hal mereka tidak jadi datang..

Kemudian...
Hasil arisan yang perdana adalah bahwa "pemenang" perdana adalah Anindita Karti, dan demikian...
Arisan selanjutnya akan diadakan di rumah Anindita Karti, S.Psi (mudah2an saat itu udah selesai skripsinya...hehehe).. Insya Allah pada tanggal 26 Mei 2008


Oia, setelah dari rumah Angga, kita semua langsung bertolak ke rumah Bu Tini di Cibedug dan setelah melalui perjalanan yang sangat melelahkan... *Minna, ganbatte... Issho ni ikimashou!!*
akhirnya, kita sampai dan disambut dengan sangat ramah (dengan rujak yang yummy...!) dan beliau menunjukkan hasil pembangunan lokasi belajarnya yang baru... Alhamdulillah sudah selesai dan sudah dapat dipergunakan...
Oia, bu Tini juga mengundang kita untuk datang ke acara Maulidnya tanggal 09 April besok, tapi mengingat itu adalah hari kerja maka mungkin kita ga bisa datang ya? tapi ga ada salahnya udah mengundang kan..? (btw, konon katanya Bunda mo datang kesana karena dia diundang sebagai penceramah di acara itu.. so, klo ada yg mo nemenin.. sok atuh.. hehehe)

Hmmm... apalagi ya?...
Ya sudah lah.. mungkin segini aja...
Mudah2an arisan selanjutnya bisa datang ya dan sempatkanlah waktu dari sekarang...
PLEASEE!!
Oke?
Wallahua'lam Bisshawab..
Wassalamu'alaikum..














ps: Seperti yang udah gw duga sebelumnya... ternyata berkhusnudzan sangatlah susah ya?
Gw harap kejadian kemarin ga akan terulang lagi...
Karena gw khawatir, gw ga bisa lagi berkhusnudzan sama orang lain..
Oia, satu lagi... konfirmasi beberapa hari sebelum hari H itu sangat bisa membantu menjaga perasaan orang lain lhoo,
percaya deh..
A'udzu billahi min kalimati syarri...
 
posted by pitungthegreat | Permalink | 0 comments
Monday, March 17, 2008,2:57 PM
Eva in Blue
Masa yg telah blalu tak dapat diulang lagi
Apa yg ingin kau raih hari ini
Raihlah hari ini
Apa yg ingin kau gapai esok
Rencanakanlah hari ini
Maka ketika masa itu tak dapat kembali
Tidak ada satupun yg kau sesali
Dan apapun yg terjadi di hari esok yg tak pasti
Setidaknya kau telah bersiap diri
Yang kau cintai selalu pergi
Yang selalu mencintaimu ada menanti


Topic about marriage selalu seru dibahas dan mendatangkan berbagai komentar kan wen.. Well, aku mungkin agak menyimpangkan kalian dari topic menikah, but this is a moment for me.. Minggu 16 Maret 2008 pukul 8.30 pm aku harus berpisah dengan kucingku Ciobo yg sedang hamil tua. Dengan tanganku sendiri aku mengajaknya pergi lalu menggendongnya, bersama mama membawanya menjauh dari rumahku. Itu dilakukan hanya karena omku berkata tidak ada lagi lahan untuk menguburkan kucing dan mamaku juga berkata kalo Ciobo suka pup sembarangan yg membuat tetangga ga suka.
Ciobo sebenarnya kucing yg jinak. dia penakut. kalau ada kucing lain yg ngajak berantem saja pasti Ciobo memojokkan diri dan kalo ada kesempatan, lari terbirit-birit ke dalam rumah lalu bersembunyi di bawah kursi. kalau lagi takut, tatapannya terlihat waspada dan dia biasanya ga mau beranjak ke tempat sumber takutnya. kalau lagi di halaman lalu tiba-tiba terdengar suara motor yg knalpotnya brisik saja dia bisa langsung kaget dan dengan wajah waspadanya melihat ke sumber suara atau langsung lari ke dalam rumah.

Saat aku membawanya dalam dekapan, wajahnya seakan penuh tanya, matanya membesar menatap sepanjang jalan. aku membelai-belai kepalanya dan dia agak tenang, memejamkan mata, serta memeluk jari jempolku. Namun kian lama tampaknya dia tau akan dibawa ke suatu tempat yg asingsehingga dia mulai menggaruk-garuk ke tanganku dan menendang-nendang, lalu akhirnya dia melompat dari gendonganku.. dia bersembunyi di bawah mobil yg lagi terparkir di jalanan. ketika dihampiri, tampaknya dia marah dan melarikan diri ke dalam pagar seng. aku sempat mendengar suara ngeongnya, sama seperti ketika dia mengeong di depan rumah minta dibukakan pintu, hanya saja kali ini lebih nyaring... Dia juga kucing yg manja dan bertambah manja saat hamil ini. Dia selalu menggeliat dan menggosokkan badannya atau kepalanya kek kaki aku atau tangan aku kalau aku dekati, apalagi kalau aku kasih makan. Tapi mulai hari ini aku ga akan melihat dia lagi dan aku ga boleh lagi memelihara kucing.. aneh dan sepi rasanya ketika membuka pintu gerbang atau pintu rumah dan tidak kujumpai sosok Ciobo yg biasa mengikuti masuk ke dalam rumah dan biasa kusapa "Nduut.. cintaku.." Hiks hiks :,( what a sad day..

p.s. it's only a cat, only a cat.. aku g boleh sentimentil gini, i can handle this :)
Anyway, aku seneng blognya aktif lagi..
 
posted by Feb | Permalink | 0 comments
Saturday, March 15, 2008,2:15 AM
Get Married,,In My Opinion
[hati-hati buat Nana cs yang masih "di bawah umur"]

Lagi buka blog PSDM nih, eh..temanya (lagi2) tentang nikah, apalagi di postingan sebelumnya Dahl nyebut2 nama aku, jadi tertantang kasih opini.

Aku sepakat sama Awen, biasanya kalo perempuan sudah selesai jenjang S1 maka satu per satu tawaran akan berdatangan. Beragam banget, ada yang cuma sekedar pengin nikah terus kebetulan kriteria-nya cocok dengan sang perempuan, ada yang dari dulu pengin nikah sama trus merasa dapet momen yang pas setelah sang perempuan itu lulus S1, dll. Wah, kesian juga yah yang mau sama aku (kalo ada), momen-nya gak dateng2..He3.

Kalo aku bisa bilang usia kaya kita (aku batasi sampe 2004 aja yah,,) emang rentan sama isu-isu semacam ini (nikah--red). Dari mulai mikirin mau S2 dulu, kerja dulu, atau nikah dulu? sampe pikiran-pikiran ber-genre ada yang mau gak ya sama gue?

Dan disinilah menurutku kita perlu "membatasi" diri kita, di antaranya dengan:
Pertama,,,Yakinkan dulu, kalo kita emang udah jatoh hukum wajib nikah. Hukum nikah itu bisa macem2, tergantung situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya. Nikah jadi wajib hukumnya, kalo:
a. ia sudah mampu untuk kawin,
b. bla-bla-nya sudah sangat mendesak (untuk ini beberapa contoh nyata sudah dapat kita lihat), dan
c. khawatir terjerumus pada perbuatan yang tidak baik.
Tidak akan menjadi wajib kalo syarat2 itu belum terpenuhi.

Khusus untuk mampu, aku pikir perlu diperhatikan betul2. Karena kita semua pastinya ingin menikah yang hanya dipisahkan oleh maut bukan?
Kemampuan untuk menafkahi rumah tangganya kelak. Konon, penyebab perceraian/KDRT selain adanya perselingkuhan, yaitu faktor ekonomi. Jangan terlalu naif, liat film Radit&Jani deh.. (ini bukan berarti gak percaya dengan dalil bahwa Allah akan mencukupkan rezeki kita,, kalo bahas ini nanti jadi kepanjangan).

Mampu untuk membangun keluarga yang Samara,,artinya kita mesti tau ilmu2nya. Hati2 lhoh, nikah kan juga ibadah, yang kita mesti tau cara2nya supaya tetep bernilai ibadah. Bedanya ibadah yang laen kan diajarin dan dilatih di keluarga kita masing-masing sedari kecil. Tapi kalo nikah??? Kudu rajin2 baca buku (kalo ini, Awen kayanya udah siap banget deh). Aku jadi inget, ada seorang muslimah dari Fakultas yang distereotipe-kan "inceran" banyak laki2 di UI yang bilang gini "mbak..bahkan maharnya perempuan gak apa2 kan kalo cuma sehelai rambut?". Atau yang lebih parah, seorang Ibu beranak 4, baru tau kalo ternyata ada doa yang mesti dibaca sebelum bersetubuh (maaf). Belum lagi masalah hak dan kewajiban suami-istri, banyak lah pokoknya.

Mampu juga secara psikologis, untuk yang ini aku gak bisa bahas lebih jauh. Kalian lebih paham lhah..

Kedua,,jangan nikah kalo trend nikah sedang menyergap. He3..Khawatir aja kalo-kalo kita cuma ngikutin trend, kebawa arus, dll. Pastiin dulu yang pertama itu tadi.

Ketiga,,aku pribadi berprinsip kalo masalah jodoh itu betul2 prerogatifnya Allah. Ranah kita cuma sampe mempersiapkan kemampuan saja. Masalah siapa orangnya, kapan waktunya, PASRAHKAN SAJA. Yang penting kalo udah dateng kita udah SIAP. Gak usah dijadiin beban pikiran.. Sekali lagi menurut aku, sebelum jadi wajib buat kita, mending kita kejar kewajiban yang lain aja (menuntut ilmu), dan berkontribusi terhadap masyarakat. Yang sayang banget kalo kita tunda hanya untuk "menanti" sesuatu yang belum pasti dateng sekarang. Iya kalo sekarang dateng, kalo ternyata takdir berkata lain, sementara kita udah membuang waktu menanti-nanti. To Be Continued...

 
posted by Arieska Kurniawaty | Permalink | 0 comments
Friday, March 14, 2008,4:59 PM
Buat Awen
Kebetulan beberapa hari yang lalu abis ngobrol sama seorang temen (yang sebenernya kita semua kenal kok)...Pertama sih, kita ngomongin tentang kemungkinan kuliah di luar. Trus, terceletuklah..."Gue mah cari pendamping dululah, sebelum berangkat ke luar"

Terus...Dahlia teringat sama obrolan Mbak Arie dan salah seorang ustadzah,,inti yang Dahlia tangkep...Beasiswa dan pendidikan itu sesuatu yang kita usahakan dan perjuangkan, tapi soal pernikahan (walopun harus diusahakan dan diperjuangkan), nggak bisa ngotot kan? Jadi, selama ada kesempatan yang bagus, diambil aja dulu (dalam konteks pendidikan ya...).
Dahlia menceritakan itu ke seorang teman...

Eh, dianya curcol...Ada ya nggak Dahl yang mau sama gue?? (Hehe...akhwat yang satu ini emang keras, kritis, dan seringkali nggak keliatan lemah lembut, padahal dia lemah lembut kok...)
Dan yang aku jawab,,Lo pasti dapet yang terbaik kok. Walaupun mungkin lama dan susah ngedapetinnya...

Btw, sekarang kan Dahlia lagi skripsi nih, tentang marital satisfaction, Awen yang ngebahas poligami juga pasti dapet banyak penelitian soal pernikahan. Satu hal yang sering banget disebut-sebut adalah fleksibilitas. Awen mungkin bisa dapet orang yang perfect banget menurut standar Awen. Tapi, manusia kan berubah...Dan, saat keluar dari standar Awen sedikit, nggak mungkin langsung dicerai kan? Apalagi ini menyangkut dua manusia, bukan sendirian...

Apapun lah...Aku sangat berharap yang terbaik, bukan cuma buat Awen, tapi buat semuanya. Berdoa, dan berusaha...Selamat mencari Wen...

Labels:

 
posted by dahlia bangun pagi | Permalink | 0 comments
Tuesday, March 11, 2008,6:59 PM
Mencari Pasangan Hidup...
Akhir-akhir ini banyak sekali perbincangan tentang pernikahan... hahaha.
Enggak di rumah, di kedua kantor (tiga tempat), di kampus, dan salah satunya ya bersama kalian, teman-temanku tercinta...

Awen merasakan perbedaan dengan blog yang Awen tulis dulu di FS, kali ini perbincangan tentang pernikahan terasa lebih intens dan terkadang sedikit memaksakan... Mungkin karena Awen sudah lulus S1... "Memang ada bedanya?" Tentu ada bedanya.... Bagi wanita, pendidikan S1 dirasa sudah cukup dan cukup pula untuk melanjutkan hal yang lain, yaitu jenjang pernikahan.

Mulailah ditawar-tawari dan dikenal-kenali dengan berbagai orang. Kadangkala Awen merasa muak dengan topik yang satu ini, tapi kadangkala Awen memang merasa membutuhkan seorang pendamping sesegera mungkin. Gamang....

Ada kalanya ketika sudah mengenal seseorang dan merasa cocok, tetapi tidak bisa segera menikah. Ada juga ketika sudah suka dengan seseorang, tapi kebalikannya dia tidak suka. Hmmm... Bikin patah hati sendiri, bikin kesel sendiri... Akhirnya, lelah mencari karena terus-menerus tidak ada hasil. Awen pun tidak peduli lagi... terserahlah kalo memang ada pasanganku di dunia, ya pertemukanlah. Jika tidak, Awen akan menunggu di surga sajalah. Insya Allah, Amin.

Salah satu kesulitan Awen memang terlalu perfeksionis dalam mencari pendamping, tapi itulah Awen... karena Awen memang berbeda dengan yang lain, karena Awen memang spesial ^_^. Mungkin Miun akan bilang "Ini memang waktunya untuk bilang, siapa lo? bukan siapa aja deh..."
Jawaban Awen, "Enggak kok, Un, gue memang perfeksionis dan sampai kapanpun akan menjadi perfeksionis. Gue rela menderita untuk keperfeksionisan gue. Daripada suami gue yang akan menderita karena tidak dapat memenuhi harapan perfek gue."

Sebenernya Awen tidak setinggi itu kok ketika menetapkan kriteria suami, yang pasti dia harus suka sama Awen, bisa menerima apa adanya dan tidak terlalu mengatur... Kriteria yang lain ya... yang pasti orang itu harus bisa membuat Awen jatuh cinta (yang ini yang agak susah ya... hehehe. BTW, buat anak-anak yang nyebarin salah satu kriteria Awen itu harus anak BEM atau senat... tolong ya.... enggak segitunya kok.... udah nyebarin kemana aja? sampai anak Rukong tau semua? :P).

Begitulah... little bit tired membicarakan siapa yang Awen sukai saat ini dan kapan akan menikah... Akhirnya Awen memutuskan untuk menunggu yang terbaik sajalah.... kemudian mengalihkan perhatian dengan cara melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Enggak perlu ngoyo... Trus... Awen juga menemukan slogan yang tepat buat diri Awen "PATAH HATEEEE???? BIASA AJA KALEEEE!!!"
 
posted by Sarwendah Indrarani | Permalink | 0 comments
Thursday, March 6, 2008,2:57 PM
Angga Ulang Tahun!!
Assalamu'alaikum...

Kepada saudaraku Angga yang hari ini berulang tahun...

Semoga semakin dewasa dan saat menutup mata nanti,, dirimu menjadi orang yang bahagia dan tidak meninggalkan sedikitpun sesal di masa lalu.

Sisanya, doa sendiri aja kali ye...Hehe...

SelaNgat!! Selamat & Semangat!!

Labels:

 
posted by dahlia bangun pagi | Permalink | 0 comments
Tuesday, March 4, 2008,10:09 PM
Kerinduan ini...
Hari ini, Selasa tanggal 4 Maret 2008 tepat pukul 3:38 am, di tengah keheningan malam tiba-tiba aku pengin banget nonton film AJA. Meski udah berkali-kali nonton film ini, baik sendiri ataupun berjama’ah, tetep aja lhoh film ini mampu bikin aku senyam-senyum sendirian, bahkan sampe nangis sesenggukan. Di samping aku juga mesti banyak-banyak bersyukur bahwa Allah udah kasih aku kesempatan untuk menikmati ini semua. Sampai sekarang kenikmatan itu pun masih aku rasakan. Nikmatnya belajar untuk menghargai perbedaan pendapat. Nikmatnya bersaudara tanpa syarat, nyata tak sekedar kata. Nikmatnya untuk ikhlas dan sabar. Yang kesemuanya bener-bener jadi bekal aku untuk menghadapi hidup selanjutnya dengan tingkat heterogenitasnya lebih tinggi.

Lepas dari itu semua, ada beberapa hal menarik dari film ini, diantaranya:
>> Meski film ini secara resmi ada di bawah tanggungjawab Kestari, ternyata yang eksis malah PSDM (afwan ya Ntang, ups..Khem J ). Yang jadi model Angga, Kabiro PSDM a.k.a aku sendiri eksis banget malah, kaya’nya di tiap scene ada..mulai dari tampak keibuan sampe tampak rakus juga ada, ”thanks” to Syami yang juga eksis sebagai ”pekerja rodi” bersama-sama Arbi ngerjain film ini. Ohya, satu lagi yang paling luar biasa..Bahkan pantainya saja, pantai deket kampung halamanku, 5km dari rumah mbah-ku. Wah, eksis banget dah. (astaghfirullah...mudah2an gak jadi ujub nih).

>> Di film ini aku liat sang Komandan (baru kepikiran ngasih Ai gelar ini, secara dia komando mulu kerjaannya), terlihat sisi lainnya. Beliau selalu bersemangat buat pimpin senam Lu-La-Lu, dan adegan ngelap kaca mata itu lhoh, nambah keharuan. Kan seperti yang aku bilang, Ai itu baik orangnya.

>> Film ini juga mengingatkan aku sedikit ilmu pertolongan pertama. Sebenernya kejadiannya gak ada di film sih, tapi adegan tangis2an di aula Psikologi itu bikin aku inget kejadiannya. Jadi setelah LPJ, BPH pergi foto-foto di MargoCity yang lanjut dengan makan-makan di Obonk. Abis makan-makan, BPH putri pun nginep di rumah Shima, salah satu diantara kami, tiba-tiba panas tinggi banget. Dan kami semua bingung, yang membawa pada perdebatan apakah dikompres dengan air panas atau air dingin. Secara sang perawat, al-ukh al-mahbub Ns. Devi Trianingsih, S.Kep gak ikut nginep. Karena yang dominan di situ aku sama Sari sang Kabiro Danus (dan kebetulan kami berdua berpendapat sama) jadilah sang korban dikompres air panas. Beberapa waktu setelah itu, saat menjenguk sang korban di RS. Bintaro International barulah aku sadar kalo mestinya dikompres pake AIR DINGIN. Btw, PPS-nya gede banget ya ampe dirawat di RS segala, gedean mana ya sama aku yang masih suka mondar-mandir di Pusgiwa pasca lengser?

>> Yang pasti I missed all that moment! Seperti pesan yang disampaikan Habibi dalam film itu, seorang sahabat tidak akan pernah melupakan sahabatnya.Ohya, kalo suamiku (suatu saat nanti) nonton film ini, mungkin dia akan istighfar sepanjang tayangan...He3
 
posted by Arieska Kurniawaty | Permalink | 0 comments
Saturday, March 1, 2008,1:08 AM
salah satu perempuan istimewa masa kini
Sekedar ingin berbagi saja, akhir2 ini di kantor lagi heboh ngomongin (duh..ghibah nih) Nurul Izzah Anwar, putri sulung dari Anwar Ibrahim (mantan Deputi PM dan Menteri Keuangan Malaysia). Profilnya juga ditampilkan di Koran Sindo, kemarin (29 Februari).. Di usia 27 tahun dan usai melahirkan seorang bayi, Izzah (begitu ia dipanggil) telah menjadi seorang oposisi muda pendobrak dominasi partai berkuasa. Izzah menjadi salah satu kandidat anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat mewakili daerah Lembah Pantai melawan kandidat perempuan lain yang merupakan Menteri Perempuan Malaysia Shahrizat Abdul Djalil. Izzah yang pernah mengenyam pendidikan di AS itu terkenal sebagai sosok muslimah yang cerdas, berpendidikan tinggi, dan religius.

Sekitar 2 tahun yang lalu, bang Heru Susetyo pernah mengirim email khusus bercerita tentang pengalamannya diwawancarai oleh Izzah saat ia menjadi host dan presenter dari talk show Ar Rahman Channel, TV Kabel Muslim yang beroperasi di Asia Tenggara. Beginilah Bang Heru menyampaikan kesannya : "Dalam satu setengah jam perjumpaan dengan Izzah, saya mendapat kesan dan pelajaran yang luar biasa dari putri reformasi (begitu ia digelari di Malaysia) ini. Bukan karena ia physically attractive (kata lain dari : cantik) dan menggunakan busana muslimah yang rapih. Namun, untuk ukuran anak mantan orang No 2 di Malaysia dan kini jadi pemimpin partai oposisi Malaysia, Izzah amat low profile dan bersahaja serta luar biasa ramah. Ketika pertama bertemu, ia menyapa terlebih dahulu, mengajak salaman tanpa ingin bersentuhan tangan, lalu menanyakan kabar dalam bahasa Melayu campur Inggris. Terasa, ia tidak ingin membuat jarak antara kami dengan dia. Dia men-tentir saya tentang apa yang akan dia tanyakan dalam shooting. Kami bicara dalam bahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya luar biasa fasih. So, Pak Heru, would you please tell the audience about your experience in Aceh? I'm sorry if I can't pronounce your name properly, because in Malaysia, man's names are so simple, Ahmad, Ismail, Muhammad, Anwar....(dan sayapun menyambar : Ibrahim!).

Izzah selalu berusaha untuk mendengarkan dengan serius lawan bicaranya. Iapun selalu merespon dengan cepat apa yang kami tanyakan. Kamipun bicara politik. Saya tanya bagaimana kondisi Malaysia di bawah Pak Lah (Abdullah Badawi), dia jawab : "Pak Lah is weak. Mahathir is stronger. But both of them are the same." Lalu dia bilang lagi : "Pak Heru, please at conclusion session you mention what the government should do to handle the effect of disaster in Aceh, but please don't make it too hard. You know, I've got trouble with Malaysian Government, I don't want to have trouble with Indonesian government as well. Sebelum shooting, Izzah berbisik pada saya, you know Pak Heru, I'm not really a presenter, I graduated from engineering faculty. So, at first, I also little bit nervous. Lucunya, Izzah ternyata tetap remaja biasa berusia 25 tahun. Kendati telah dua tahun menikah, sikap spontannya masih amat terlihat. Sebelum shooting dimulai, dua teman akhwat Malaysia-nya yang tengah studi di Bandung mendatangi lokasi shooting, Izzah-pun spontan meloncat dan menyambut dua akhwat tersebut lalu bercakap-cakap Melayu. Sutradara-pun berteriak : cut !

Izzah selalu membuat suasana cair dan friendly. Di sela-sela shooting ia mengajak ngobrol masalah human sense, cerita tentang ayahnya, dan lain-lain. Ketika usai segmen tertentu, ia membesarkan hati kami. "What you have said is very important Pak Heru!". Diapun mengeritik kelompok feminis dan Islam liberal di Malaysia. Antara lain apa yang disebutnya "Sister in Islam." You know Pak Heru, Amina Wadud (Imam Sholat Jum'at wanita di New York yang menghebohkan -red) is co founder of this organization. They try to liberalize Malaysian muslimah. They want us to put off our scarf (jilbab-red) .

Stamina-nya pun luar biasa, ia menjadi presenter utk beberapa talk show hari itu. Belum lagi melayani puluhan permintaan wawancara. Ia baru tidur jam dua pagi. Tapi hebatnya, setelah acara usai ia tak lupa pamit. "Pak Heru, If I can't meet you again, I just can say assalamualaikum and hope we can meet again. I already have your business card so we can keep in touch. Sayapun menjawab, "can I have your email address?" Dia bilang. OK, I'll write it down. Sayapun bilang, please send my regards to your father and your family and also to Anfal Saari (akhwat Malaysia putri dari Saari Sungib yang pernah bertemu saya di masjid ARH UI tahun 2002 utk minta dukungan pembebasan ayahnya dari rezim Mahathir). Dia bilang : Sure Pak Heru, about Anfal, I believe she's still busy with her two babies! Helvy Tiana Rosa, yang sebelumnya diwawancarai Izzah menggelarinya 'Keindahan Sejati Putri Reformasi."

Kesimpulan dari diskusi2 dengan temen2 di komnas adalah memang ia pantas dikagumi. Sekali lagi, bukan karena ia cantik dan tetap tampil Islami, namun karena ia memancarkan apa yang menurut kami ideal dalam pribadi muslimah : insist dengan nilai-nilai keislaman, seorang intelektual organis, tangguh, dan berwawasan luas.

27 tahun, sudah menikah, punya bayi yang lucu, punya citra publik yang baik..pencapaian sebesar itu, wow!!!
3 years left for me..
 
posted by Arieska Kurniawaty | Permalink | 1 comments