Saturday, March 1, 2008,1:08 AM
salah satu perempuan istimewa masa kini
Sekedar ingin berbagi saja, akhir2 ini di kantor lagi heboh ngomongin (duh..ghibah nih) Nurul Izzah Anwar, putri sulung dari Anwar Ibrahim (mantan Deputi PM dan Menteri Keuangan Malaysia). Profilnya juga ditampilkan di Koran Sindo, kemarin (29 Februari).. Di usia 27 tahun dan usai melahirkan seorang bayi, Izzah (begitu ia dipanggil) telah menjadi seorang oposisi muda pendobrak dominasi partai berkuasa. Izzah menjadi salah satu kandidat anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat mewakili daerah Lembah Pantai melawan kandidat perempuan lain yang merupakan Menteri Perempuan Malaysia Shahrizat Abdul Djalil. Izzah yang pernah mengenyam pendidikan di AS itu terkenal sebagai sosok muslimah yang cerdas, berpendidikan tinggi, dan religius.

Sekitar 2 tahun yang lalu, bang Heru Susetyo pernah mengirim email khusus bercerita tentang pengalamannya diwawancarai oleh Izzah saat ia menjadi host dan presenter dari talk show Ar Rahman Channel, TV Kabel Muslim yang beroperasi di Asia Tenggara. Beginilah Bang Heru menyampaikan kesannya : "Dalam satu setengah jam perjumpaan dengan Izzah, saya mendapat kesan dan pelajaran yang luar biasa dari putri reformasi (begitu ia digelari di Malaysia) ini. Bukan karena ia physically attractive (kata lain dari : cantik) dan menggunakan busana muslimah yang rapih. Namun, untuk ukuran anak mantan orang No 2 di Malaysia dan kini jadi pemimpin partai oposisi Malaysia, Izzah amat low profile dan bersahaja serta luar biasa ramah. Ketika pertama bertemu, ia menyapa terlebih dahulu, mengajak salaman tanpa ingin bersentuhan tangan, lalu menanyakan kabar dalam bahasa Melayu campur Inggris. Terasa, ia tidak ingin membuat jarak antara kami dengan dia. Dia men-tentir saya tentang apa yang akan dia tanyakan dalam shooting. Kami bicara dalam bahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya luar biasa fasih. So, Pak Heru, would you please tell the audience about your experience in Aceh? I'm sorry if I can't pronounce your name properly, because in Malaysia, man's names are so simple, Ahmad, Ismail, Muhammad, Anwar....(dan sayapun menyambar : Ibrahim!).

Izzah selalu berusaha untuk mendengarkan dengan serius lawan bicaranya. Iapun selalu merespon dengan cepat apa yang kami tanyakan. Kamipun bicara politik. Saya tanya bagaimana kondisi Malaysia di bawah Pak Lah (Abdullah Badawi), dia jawab : "Pak Lah is weak. Mahathir is stronger. But both of them are the same." Lalu dia bilang lagi : "Pak Heru, please at conclusion session you mention what the government should do to handle the effect of disaster in Aceh, but please don't make it too hard. You know, I've got trouble with Malaysian Government, I don't want to have trouble with Indonesian government as well. Sebelum shooting, Izzah berbisik pada saya, you know Pak Heru, I'm not really a presenter, I graduated from engineering faculty. So, at first, I also little bit nervous. Lucunya, Izzah ternyata tetap remaja biasa berusia 25 tahun. Kendati telah dua tahun menikah, sikap spontannya masih amat terlihat. Sebelum shooting dimulai, dua teman akhwat Malaysia-nya yang tengah studi di Bandung mendatangi lokasi shooting, Izzah-pun spontan meloncat dan menyambut dua akhwat tersebut lalu bercakap-cakap Melayu. Sutradara-pun berteriak : cut !

Izzah selalu membuat suasana cair dan friendly. Di sela-sela shooting ia mengajak ngobrol masalah human sense, cerita tentang ayahnya, dan lain-lain. Ketika usai segmen tertentu, ia membesarkan hati kami. "What you have said is very important Pak Heru!". Diapun mengeritik kelompok feminis dan Islam liberal di Malaysia. Antara lain apa yang disebutnya "Sister in Islam." You know Pak Heru, Amina Wadud (Imam Sholat Jum'at wanita di New York yang menghebohkan -red) is co founder of this organization. They try to liberalize Malaysian muslimah. They want us to put off our scarf (jilbab-red) .

Stamina-nya pun luar biasa, ia menjadi presenter utk beberapa talk show hari itu. Belum lagi melayani puluhan permintaan wawancara. Ia baru tidur jam dua pagi. Tapi hebatnya, setelah acara usai ia tak lupa pamit. "Pak Heru, If I can't meet you again, I just can say assalamualaikum and hope we can meet again. I already have your business card so we can keep in touch. Sayapun menjawab, "can I have your email address?" Dia bilang. OK, I'll write it down. Sayapun bilang, please send my regards to your father and your family and also to Anfal Saari (akhwat Malaysia putri dari Saari Sungib yang pernah bertemu saya di masjid ARH UI tahun 2002 utk minta dukungan pembebasan ayahnya dari rezim Mahathir). Dia bilang : Sure Pak Heru, about Anfal, I believe she's still busy with her two babies! Helvy Tiana Rosa, yang sebelumnya diwawancarai Izzah menggelarinya 'Keindahan Sejati Putri Reformasi."

Kesimpulan dari diskusi2 dengan temen2 di komnas adalah memang ia pantas dikagumi. Sekali lagi, bukan karena ia cantik dan tetap tampil Islami, namun karena ia memancarkan apa yang menurut kami ideal dalam pribadi muslimah : insist dengan nilai-nilai keislaman, seorang intelektual organis, tangguh, dan berwawasan luas.

27 tahun, sudah menikah, punya bayi yang lucu, punya citra publik yang baik..pencapaian sebesar itu, wow!!!
3 years left for me..
 
posted by Arieska Kurniawaty | Permalink |


1 Comments: