Friday, February 22, 2008,7:50 AM
Laki-laki itu...
Jumat, 22 Februari 2008
Sekarang, pagi yang dingin lagi menunjukkan keindahannya. Lantai tempat Dahlia duduk sekarang dingin (jadi pingin aja). Hamparan rumput di depan, agak nggak rapih, tapi jadi terlihat lebih menarik (kaya’ bad boy gitu deh). Memandang ke mana aja, yang ada hijau, menyejukkan mata. Mendinginkan kepala…Inilah enaknya punya laptop, bisa nulis di mana aja. Ada hotspotnya pula. Senangnya…

Kemarin, ada rapat BPH jam 4 sore. Biasanya, untuk menghindari telat, Dahl udah stand by di pgw dari jam 3 ato jam 4. Tapi, ada seorang pria yang mampu membuatku bertahan di sebuah tempat, sampe jam 4 kurang 10 (itu juga dengan nggak rela untuk meninggalkannya). Eh, ternyata yang kaya gitu nggak cuma gue. Saking nggak cuma gue, dan saking banyaknya, gue cuma kebagian tempat di balkon (yang lebih seperti loteng), berdesakan dengan banyak orang. He is, Andrea Hirata.

Lalala…beberapa orang bahkan sudah eneg dengan kekaguman gue akan Andrea Hirata. Tapi, ya sudahlah, biarkan saja. Bentuk keluaran dari rasa kagum itu emang suka lebai. Tapi, sebenernya nggak gitu-gitu amat lah…Gue akan lebih angkat jempol lagi kalau setelah tetraloginya keluar semua, dia tetap menjadi penulis sastra produktif dengan karya yang baik. Walaupun selama ini, sesusah apapun buku yang gue baca, semembosankan apapun, gue akan berusaha sekuat tenaga untuk menuntaskannya. Selain membeli buku asli, itu adalah car ague untuk memberikan penghormatan kepada sang penulis. Karena kumpulan ide-ide menjadi sebuah tulisan dan lantas menjadi buku, bukan hal yang mudah. Bukan proses yang simple.

Btw, dilihat dari gayanya, dia mirip Mas Budi (dosen klinis di Psiko).

Soal isi dari talkshownya sendiri, dia lebih banyak mengungkapkan kebebasan dalam menulis. Dia bilang, bahkan dia nggak pernah berpikir mau menulis apa. Kata-kata beterbangan di sekitarnya, dan saya tinggal mencomot saja…
Trus, tulisan yang bagus itu yang seperti apa? Okeh…gue juga berpikir saat itu, tulisan yang bagus seperti apa ya? Sejujurnya, gue jarang bisa menilai dengan baik apakah suatu tulisan bagus atau nggak…Mungkin, yang membuat suatu tulisan bagus adalah saat…gue bilang itu bagus? (wawaw…)

Tenang-tenang…buat Andrea Hirata, itu juga bukan pertanyaan mudah…Dia bilang, “setelah lama saya berpikir, yang membuat suatu tulisan baik, adalah…saat dalam tiap paragrafnya terkandung banyak possibilities…”. Dan penulis yang baik adalah penulis yang tidak mengarahkan pembacanya.

Udah ah…Ternyata keindahan di atas cuma mimpi sepertinya (sekarang semuanya buyar…)

Selamat pagi, semuanya…
 
posted by dahlia bangun pagi | Permalink |


0 Comments: