Friday, February 22, 2008,1:20 PM
Mimpi

Senin malam kemarin aku mimpi loh tentang kalian.. aku nyeritainnya nanggung ke awen karena aku bilang mo ditulis ke blog saja.. hehe, maap ya Wen.. gini loh ceritanya:
Aku, Angga, dan Miun ceritanya dapet sebidang tanah luas dimana kita bertiga berniat mendirikan bangunan disitu. Pergilah kita ke lokasi. Setibanya di sana, ternyata ada pihak lain juga yang mengaku telah membeli tanah tersebut dan ingin mendirikan bangunan juga (di mimpiku ga jelas kita semua mau mendirikan bangunan apa, tapi yang jelas bukan untuk pribadi). Nah, aku kaget dong dan mencoba berbicara dengan pihak lain itu kalo kita juga telah mendapatkan tanah tersebut.. bicara punya bicara akhirnya aku menawarkan supaya kita kerja sama saja, toh tanah dan bangunannya bukan buat pribadi masing-masing.. pokoknya aku mempersuasi banget supaya kita juga punya andil disitu.. akhirnya pihak itu setuju dengan syarat kita membantu pembangunannya juga..okelah aku rundingkan dulu dengan teman-teman, begitu kataku..

Lalu ceritanya aku ingin pulang karena urusan beres.. pada sebuah pertigaan jalan, aku berbelok ke kanan untuk menunggu angkot (arah pulang). Ketika sedang berjalan perlahan, tak sengaja aku memalingkan wajahku ke arah sebaliknya dan aku melihat seorang akhwat dengan baju dan jilbab putih, rok batik biru, dan menggendong ransel seperti punya Miun. Aku tak dapat melihat wajahnya karena aku dari arah belakang. Namun aku mengenali itu pakaiannya Dahlia dan cara jalannya Dahlia. Dahl berjalan ke kiri pertigaan yang mana dalam mimpiku itu adalah arah ke pusgiwa. ”Loh, Dahlia? Mo ke pusgiwa ya? Tumben ga bawa motor, jadi jalan kaki” gumamku.. lalu setelah Dahlia berlalu, tiba-tiba menyusul Awen dengan bergo biru muda dan rok jeans biru mudanya, jaket jeansnya dan handbag jeansnya. Awen juga ke arah pusgiwa.. ”Loh?! Ko’ Awen juga ke pusgiwa?? Berarti anak-anak lagi pada di pusgiwa dong?! Ko’ aku ga diajak-ajak sih??!” ucapku lirih..aku sudah beranjak ingin menyusul tapi kemudian langkahku tertahan.. ”ke pusgiwa ga ya??” aku ragu.. ”ahh, kalo aku ga diajak, biarin deh..toh aku juga mo pulang” gumamku mengurungkan niat.. namun ketika ku melihat kembali ke arah Awen, ternyata Awen sedang melambai-lambaikan tangan ke arahku, memanggil-manggil.. segenap langkahku yang tadi tertahan aku percepat, aku berlari ke arah sana ”Aween..!!” aku menjawab panggilan Awen.. ”ya, aku ke pusgiwa” gumamku.

Penafsiran--
Hmm, soal aku, angga, miun dan sebidang tanah serta pembangunan mungkin terkait waktu kita survey ke tempat bu Tini kali ya.. hehehe, disitu kan sempet terlontar topik jual-beli tanah antara bu Tini dan kita, Miun dan Angga, hahaha :D mungkin aku interest, mungkin juga belakangan ini aku lagi kepikiran soal bangunan,gitu-gitu deh.. huhu sampe kebawa mimpi :p
Keduanya soal aku, dahl, awen, dan menyusul anak-anak ke pusgiwa itu mungkin karena aku kadang merasa terpisah dari kalian, ya.. Aku juga sempet kepikiran kalo sebagian dari kita udeh ga di BEM atau udeh ga ngampus.. gimana supaya bisa tetep ngumpul.. dan apakah akan sama saat kita ngumpul seperti dulu? Hmm.. time changes n people change.. tapi pasti tetep ada si bawel, si kalem, si kocak, si si si lainnya.. Frens.. I love you.. Teach me to love you

Well.. dreams.. dreams could give you fantasy and might bring you reality.. to something covered and uncovered..

Nb. Aku kan certain mama soal kita ke Warsofarm. Kata mamaku “kapan ke rumah lagi bawa duren2?” hehehe :p
 
posted by Feb | Permalink |


0 Comments: