Tuesday, March 4, 2008,10:09 PM
Kerinduan ini...
Hari ini, Selasa tanggal 4 Maret 2008 tepat pukul 3:38 am, di tengah keheningan malam tiba-tiba aku pengin banget nonton film AJA. Meski udah berkali-kali nonton film ini, baik sendiri ataupun berjama’ah, tetep aja lhoh film ini mampu bikin aku senyam-senyum sendirian, bahkan sampe nangis sesenggukan. Di samping aku juga mesti banyak-banyak bersyukur bahwa Allah udah kasih aku kesempatan untuk menikmati ini semua. Sampai sekarang kenikmatan itu pun masih aku rasakan. Nikmatnya belajar untuk menghargai perbedaan pendapat. Nikmatnya bersaudara tanpa syarat, nyata tak sekedar kata. Nikmatnya untuk ikhlas dan sabar. Yang kesemuanya bener-bener jadi bekal aku untuk menghadapi hidup selanjutnya dengan tingkat heterogenitasnya lebih tinggi.

Lepas dari itu semua, ada beberapa hal menarik dari film ini, diantaranya:
>> Meski film ini secara resmi ada di bawah tanggungjawab Kestari, ternyata yang eksis malah PSDM (afwan ya Ntang, ups..Khem J ). Yang jadi model Angga, Kabiro PSDM a.k.a aku sendiri eksis banget malah, kaya’nya di tiap scene ada..mulai dari tampak keibuan sampe tampak rakus juga ada, ”thanks” to Syami yang juga eksis sebagai ”pekerja rodi” bersama-sama Arbi ngerjain film ini. Ohya, satu lagi yang paling luar biasa..Bahkan pantainya saja, pantai deket kampung halamanku, 5km dari rumah mbah-ku. Wah, eksis banget dah. (astaghfirullah...mudah2an gak jadi ujub nih).

>> Di film ini aku liat sang Komandan (baru kepikiran ngasih Ai gelar ini, secara dia komando mulu kerjaannya), terlihat sisi lainnya. Beliau selalu bersemangat buat pimpin senam Lu-La-Lu, dan adegan ngelap kaca mata itu lhoh, nambah keharuan. Kan seperti yang aku bilang, Ai itu baik orangnya.

>> Film ini juga mengingatkan aku sedikit ilmu pertolongan pertama. Sebenernya kejadiannya gak ada di film sih, tapi adegan tangis2an di aula Psikologi itu bikin aku inget kejadiannya. Jadi setelah LPJ, BPH pergi foto-foto di MargoCity yang lanjut dengan makan-makan di Obonk. Abis makan-makan, BPH putri pun nginep di rumah Shima, salah satu diantara kami, tiba-tiba panas tinggi banget. Dan kami semua bingung, yang membawa pada perdebatan apakah dikompres dengan air panas atau air dingin. Secara sang perawat, al-ukh al-mahbub Ns. Devi Trianingsih, S.Kep gak ikut nginep. Karena yang dominan di situ aku sama Sari sang Kabiro Danus (dan kebetulan kami berdua berpendapat sama) jadilah sang korban dikompres air panas. Beberapa waktu setelah itu, saat menjenguk sang korban di RS. Bintaro International barulah aku sadar kalo mestinya dikompres pake AIR DINGIN. Btw, PPS-nya gede banget ya ampe dirawat di RS segala, gedean mana ya sama aku yang masih suka mondar-mandir di Pusgiwa pasca lengser?

>> Yang pasti I missed all that moment! Seperti pesan yang disampaikan Habibi dalam film itu, seorang sahabat tidak akan pernah melupakan sahabatnya.Ohya, kalo suamiku (suatu saat nanti) nonton film ini, mungkin dia akan istighfar sepanjang tayangan...He3
 
posted by Arieska Kurniawaty | Permalink |


0 Comments: