Tuesday, March 20, 2007,6:44 PM
MAAF, JIKA KATA MAAF BEGITU MUDAH...
Selama beberapa minggu ini gue terus dirundung duka...
Sialnya, gue nggak bisa mendefinisikan dengan jelas kenapa gue seperti itu.
Jeleknya lagi, saking banyaknya hal yang harus gue pikirkan, dan ternyata otak gue udah protes dan menjerit-jerit,
gue mengambil jalan penyelesaian yang paling gampang:
runaway.

Jalan yang paling mudah, sekaligus meninggalkan banyak masalah.
Sekedar informasi, masalah gue sekarang juga nggak berkurang sedikitpun
setelah gue keluar dari tempurung berukuran 2x3 meter persegi ini.
Tapi, paling tidak, ada sedikit rasa lega.

Penyebab dari kegundahan, keuring-uringan, ke-BT-an, dan kemalasan gue akhir-akhir ini memang nggak jelas.
Satu hal yang mungkin jadi penyebabnya adalah hormon yang sedang tidak stabil menjelang dapet.
Selain itu, kemungkinan sih karena ke-overload-an yang tadi gue sebut.

Wah...wah...sebenernya Dahlia sesibuk apa sih sampe pusing segitunya....??
Sebenernya gue sih nggak sibuk-sibuk amat dibandingin ketua BEM.
Tapi, lingkaran setan yang selalu terjadi adalah:

Dahlia dapet beberapa amanah sekaligus & diterima karena beranggapan bahwa menolak amanah adalah sebuah kesalahan,
padahal...

Dahl bukan tipe orang yang cukup tahan dengan multi-tasking
dan tipe orang single-fighter.
Beban menumpuk & Nggak mau cerita sama siapa-siapa karena
(1)Nggak mau dianggap lemah dan
(2)Nggak mau jadi orang yang benyak mengeluh
(Pusing tanggung sendiri,Runaway, Dapet semangat baru,Mengerjakan amanah dengan sisa-sisa tenaga, dan...Mendapat amanah baru...Yeah!!)

Sejujurnya, gue sedih melihat diri gue yang seperti ini...
Sedih dengan diri gue yang ’sombong’, karena beranggapan dirinya cukup kuat untuk menanggung segala beban.

Manusia memang selayaknya berbagi. Kesedihan dan Kebahagiaan.
But...To share my bitterness and sadness is a hard thing.

Beraaaat banget.....

Kalau Anda termasuk orang yang pernah mendengar keluh kesah
saya yang paling dalam dari hati sampai nangis bombay, maka:
(1) Anda adalah orang yang cukup saya percaya, atau...
(2) Anda adalah orang yang kebetulan bertemu saya di saat emosi sudah tak tertahankan.

Itupun...jarang banget gue bisa mencurahkan semuanya...
Mungkin gue adalah seorang Introvert...

Akhirnya...
Untuk orang-orang yang gue bikin bingung, pusing, marah,
kesal, sebel, BT, geram, dkk selama
beberapa waktu terakhir ini, gue minta maaf...

Maaf yang begitu dalam karena untuk saat ini saya hanya bisa melakukan ini...

Maaf yang tulus karena saya tidak berniat untuk menyakiti hati kalian...

Maaf yang besar karena mungkin hanya ada sedikit maaf yang tersaring...

Kegiatan ’nyampah’ ini bukan gue lakukan untuk menjadi excuse
atas diri gue yang seperti ini. Hanya berharap bahwa dengan kalian mengerti ini, maka kalian tidak akan begitu sakit hati...

Saat lahir, kita sendiri...

Matipun nanti cuma sendiri...

Maka, aku tidak akan banyak protes jika saat ini aku hanya sendiri,

Atau merasa sendiri.

Inka, Syami, Khemal, dan Anin...
Terimakasih tiada terhingga untuk tawa yang tiada henti hari Sabtu kemarin.
Kapan-kapan kita jalan lagi ya...

Mbak Ari...
Thanks for your shoulder to cry on...

Awen...
Terimakasih untuk kecupan dan pengertiannya...

Pipit...
Terimakasih untuk segala saran rasional dan irasional yang kau berikan...

Mama...Papa...
terimakasih untuk sayang dan senyum yang berlimpah saat aku merasa lelah



Satu per satu wajah kalian sedang kubayangkan sekarang.....
Sambil berdoa kepadaNya, agar Allah mempertemukan kita di surga kelak...
 
posted by dahlia bangun pagi | Permalink |


0 Comments: